my day

Baca Ini Dulu Kalau Mau Kuliah di UT (Khusus Alumni STAN)

Assalamualaikum Wr. Wb.

Kali ini aku mau nyapa adik-adik ya, biasanya yang disapa emak-emak. Halo adik-adikku alumni D1/D3 STAN, gimana pengalaman kerja di Kementerian Keuangan? Kali ini aku mau sharing mengenai kuliah di UT a.k.a Universitas Terbuka khusus untuk alumni D1 atau D3 STAN yang mau ambil gelar sarjana sekaligus mau nyeritain pengalamanku selama kuliah. Udah ga asing lagi ya alumni D1/D3 STAN yang ngelanjutin S1-nya di UT. Aku juga termasuk barisan #SobatUT tersebut. Tulisan ini sebenernya ditujukan buat alumni STAN aja, tapi buat yang non STAN juga boleh banget baca.

Mungkin ada beberapa kakak tingkat yang kuliahnya bener-bener cuma mau ambil ijazahnya aja.  Daftar, ujian lalu lulus dengan IPK yang gak seberapa. Bahkan ada yang cuma 1 koma loh. Loh ijazah buat apa sih? ASN lulusan D1/D3 kan golongan II ya, untuk naik ke golongan III ada dua cara. Pertama, setor ijazah S1 langsung otomatis naik atau ikut ujian penyetaraan golongan yang biasa disebut . Nah ini soal ujiannya mencakup bahasa indonesia, TPA dan kewarganegaraan. Mirip tes CAT lah ya. Kalau gak lulus, bisa ngulang maksimal sampai 3x. Ngulangnya tahun depannya. Selain bisa sebagai syarat naik golongan secara langsung tanpa ujian, kalau bisa lulus sebelum jadwalnya naik ke golongan III, kita bisa ikut UPKP Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat (UPKP). Misal aku barusan naik ke golongan II.d, trus aku ikut UPKP dan lulus. Di tahun aku lulus itu langsung naik ke golongan III meskipun belum waktunya.

Sebenernya terserah kalian ya niatnya mau gimana, cuma aku disini mencoba encourage bahwa kuliah di UT tuh kita bisa ambil ilmunya dan bisa diseriusin. Inget inget aja kuliah di STAN gimana, nah diterapin juga pas kuliah UT. Apalagi kalo masih mau lanjut S2 dan maunya beasiswa. Masa gamau dapet beasiswa S2? Ih masa apply S2 kuliahnya di UT? Jangan salah, ada temenku yang S1 nya dari kampus gak jelas tapi S2-nya dapet beasiswa di Malaysia.

Sebelumnya aku mau cerita dulu kenapa aku milih ngelanjutin S1 di UT ini. Awalnya aku ngejer tugas belajar D4 STAN dengan niat agar aku dan suami yang waktu itu LDR jadi gak LDR. Tapi ternyata soal ujian D4 STAN itu susah banget dan akhirnya aku cuma sekali  ikut. Gampang banget nyerah ya? Hahaha soalnya tujuannya memang bukan ngejar gelar atau studinya, tapi niat awalnya memang cuma biar sekota sama suami. Akhirnya pake jalan pintas yaitu minta mutasi ikut suami dan Alhamdulillah terkabul. Lalu dikasih rejeki hamil dan di kantor baru kerjaannya lumayan menyita waktu which is ga ada waktu untuk persiapan ujian masuk D4 selanjutnya. Akhirnya memilih UT karena kuliahnya praktis (non tatap muka).

Aku mau kasih overview dulu ya UT ini apa. UT ini selayaknya kampus biasa yang sudah terdaftar di Kementerian Pendidikan. UT merupakan satu-satunya kampus yang memiliki sistem belajar jarak jauh via daring yang diakui oleh Kementerian Pendidikan. Kantor Pusat UT ada di Jakarta dengan kampus cabang hampir di semua provinsi. Kampus cabang ini disebut UPBJJ atau Unit Program Belajar Jarak Jauh. UT memberlakukan 2 jenis registrasi, yaitu pendaftaran mahasiswa baru/ registrasi pertama dan registrasi mata kuliah. UT menerapkan sistem belajar jarak jauh dan terbuka. Istilah jarak jauh berarti pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non-cetak (audio/video, komputer/internet, siaran radio, dan televisi). Selain itu, kalau mau ikut kelas tatap muka juga bisa. Ada kuotanya sendiri. Kuliah online pun bukan berarti UT ini virtual banget ya. Badan Eksekutif Mahasiswa pun ada. Bahkan pekan olahraga antar kampus UT juga ada.

Trus sebagai alumni STAN apa aja yang perlu diketahui dan disiapkan?

  1. Jurusan Kuliah

Yang pertama jelas banget ya kudu nentuin jurusan. Apa yang perlu dipertimbangkan? Yang pertama minat. Pilih jurusan sesuai minat kamu. Gimana kalau pengen ambil jurusan hukum? Ya gak masalah yang penting kamu senengnya itu. Yang kedua asal jurusan. Misal jurusan waktu kuliah di STAN itu Akuntansi, bisa dipertimbangkan buat milih jurusan Akuntansi juga supaya ilmunya bisa berlanjut. Nah jurusan ini bakal berpengaruh juga ke lama waktu kuliah. Akan kubahas di bagian alih kredit.

  1. SIPAS dan Non SIPAS

UT itu enaknya juga di bagian ini. Inget kan jaman kuliah di STAN kita ga mikir mau milih matkul apa karena udah disediain sama pihak kampus. Istilahnya matkulnya sistem paket. Nah UT juga punya, namanya SIPAS (Sistem Paket Semester). Kalau pas registrasi kamu pilih SIPAS, maka UT akan milihin mata kuliah apa aja yang bakal kamu kuliahin tiap semester. Tiap semester bakal dikasih 8 mata kuliah (maks 24 SKS). Kuliahnya jelas kejar tayang ya, gabisa santai (kalau yang beneran kuliah). Plusnya gaperlu mikir, dan udah pasti matkul yang dipilihin itu di luar matkul alih kredit. Untuk SIPAS ini juga wajib beli buku.

Sebaliknya, untuk Non SIPAS tiap semesternya milih matkul sendiri. Plusnya, kalau di kantor banyak kerjaan bisa ambil 3-4 matkul aja biar agak santai. Trus gak wajib beli buku. Minusnya, kita gatau matkul yang kita ambil bakal masuk alih kredit atau engga. Jadi ada kemungkinan ngambil matkul yang sia-sia.

  1. Alih Kredit

Nah ini yang paling penting. Kenapa penting? Karena ini menentukan mata kuliah STAN apa saja yang akan diakui UT. Diakui untuk apa? Ya supaya ga diambil lagi, alias dibebaskan. Jadi kan kita udah kuliah selama 3 tahun tuh, untuk ke jenjang S1 harusnya nambah 1-2 tahun lagi kan? Kita tinggal ambil mata kuliah yang belum pernah kita ambil di STAN. Logikanya begitulah. Sampai sini paham?

“Alih Kredit merupakan pengakuan terhadap pengalaman belajar dan kelulusan mata kuliah yang telah diperoleh mahasiswa dari suatu perguruan tinggi.” (diambil dari website UT)

Contoh : Waktu di STAN kita udah pernah kuliah Bahasa Indonesia. Nah pas di UT gaperlu lagi ambil itu.

Alih kredit ini diajukan mahasiswa saat perkuliahan sudah berlangsung, bukan saat pertama registrasi. Setelah mengajukan, pihak UT akan mengirimkan Surat Keputusan yang isinya mata kuliah mana saja yang masuk alih kredit atau dibebaskan. Kita tinggal ambil sisanya aja. Berdasarkan hasil alih kredit yang aku punya, gak semua mata kuliah harus sama persis dengan saat kuliah di STAN. Aku kan ambil jurusan S1-Manajemen, nah mata kuliah Manajemen SDM tuh dibebaskan padahal waktu kuliah di STAN ga ada mata kuliah itu. Kok bisa? Ya gatau. Itu sudah keputusan pihak UT. Sudah pasti mata kuliah saat di STAN ada yang mirip dengan Manajemen SDM. Mata kuliah apa ya gatau.

Itulah kenapa kalau pas awal registrasi kita ambil mata kuliah yang nantinya ternyata dibebaskan, maka hal itu sia-sia, karena nilai yang diakui adalah nilai kuliah di STAN. Jadi tips untuk yang ambil Non-SIPAS, awal semester gaperlu ambil banyak matkul. Jangan segan-segan juga nanya ke temen yang ambil SIPAS. Bisa banget diikutin pilihan matkulnya.

Contoh formulir pengajuan alih kredit bisa diunduh disini. Lampirannya nanti transkip nilai kuliah ya, bisa dimintakan ke kepegawaian eselon I masing-masing.

  1. Ikut Tuton atau enggak?

Tuton itu singkatan dari Tutorial Online. Ini aku ambil dari website UT yaaa…….

Tuton adalah layanan tutorial berbasis internet atau web based tutorial (WBT), yang di tawarkan oleh UT dan diikuti oleh mahasiswa melalui jaringan internet dan merupakan salah satu dari bentuk tutorial yang di selenggarakan UT. Tujuan dari penyelenggaraan Tuton adalah:

  1. Mengoptimalkan pemanfaatan jaringan internet untuk memberikan layanan bantuan belajar kepada mahasiswa.
  2. Memungkinkan proses pembelajaran jarak jauh di desain lebih komunikatif dan interaktif Link
  3. Memberi alternatif pilihan bagi mahasiswa yang memiliki akses terhadap jaringan internet untuk memperoleh layanan bantuan belajar secara optimal.

Tuton dilaksanakan setiap semester selama 8 (Delapan) minggu atau kira-kira 2 (dua) bulan sebelum melaksanakan UAS tiap semester. Kontribusi nilai tuton terhadap nilai akhir sebesar maksimal 30 %. Nilai maksimal dapat diperoleh bila mahasiswa menjadi peserta aktif dalam melaksankan tuton.

Aktif disini maksudnya rajin absen, download materi, mengerjakan seluruh tugas dan mengikuti diskusi yang dibuka setiap minggu dengan materi yang berbeda sesuai yang ada pada modul/buku UT. Nah ini nih yang masih suka salah paham sama tuton. Temen temen angkatanku juga masih pada salah paham karena mengira tuton ini benar-benar membantu nilai ujian. Padahal syaratnya adalah seperti ini.

Nilai Tuton berkontribusi sebesar 30% terhadap nilai akhir mata kuliah dengan syarat skor UAS minimal mencapai 30 atau minimal D.

Contoh:

Jika Skor UAS sebesar 50 dan nilai tuton sebesar 90, maka nilai akhir mata kuliah adalah: (70% x 50) + (30% x 90) = 35 + 27 = 62. Apabila skor UAS di bawah 30% maka nilai Tuton tidak berkontribusi pada nilai akhir, dan mahasiswa langsung mendapat nilai E.

Jadi kalau nilai UASnya di bawah 30 ya tutonnya sia-sia. Dan tuton pun kalau gak dikerjakan secara maksimal tetep gabisa bantu juga. Contoh tadi kan kalau nilai tuton 90. Nah kalau 70 artinya total nilai akhir cuma 56. Nambah cuma 6 poin dari nilai UAS. Nah yang mau aku tegesin adalah, kamu boleh ngandelin tuton buat bantu nilai UAS, tapi harus dikerjain dengan sungguh-sungguh juga supaya beneran ngebantu. Kalau angot angotan mending gausa tuton, karena tuton itu ada tiap minggu ditambah tugas yang juga ada tiap minggu ganjil perkuliahan which is makan waktu banget. Kalo ga tuton gimana? Ya nilai akhir dapetnya 100% dari nilai UAS. Beberapa temenku milih opsi ini. Ga tuton, gak belajar, cuma ikut ujian aja. Nilai pas pasan yang penting lulus. Kalau gak lulus ya tinggal ngulang. Gak tuton ini artinya dari awal udah ga ngisi kesediaan ikut tuton. Jadi setelah masa registrasi selesai, di website Elearning UT akan ada form kesediaan mengikuti tuton. Kalau kamu udah bersedia ikut tapi ga ngerjain sama sekali ya tetep tutonnya diitung 30%, jadinya 0 x 30% sedangkan nilai UASnya hanya keitung 70%. Jadi, mending gausa ngisi form kesediaan kalau memang maunya ujian aja.

  1. Skripsi ada gak?

Jawabnya ga ada. Mungkin ditiadakan karena UT kan program kuliah jarak jauh via daring, sedangkan skripsi butuh bimbingan dan sidang. Khusus S1 nya aja ya, kalo S2 tetep ada tesis. Faktor ketiadaan skripsi inilah yang bikin UT diminati. Sebagai ganti skripsi ada namanya Tugas Akhir Program. Ini juga aku kasih info dari website UT.

TAP bertujuan untuk mengukur kemampuan mahasiswa secara komprehensif dalam suatu bidang ilmu pada program studi jenjang D-IV dan S1. Materi TAP mencakup materi mata kuliah pendukung TAP dari setiap program studi. Daftar mata kuliah pendukung TAP dapat dilihat pada Katalog Kurikulum atau pada Bab Program Akademik bagi program S1 PGSD dan PGPAUD.

TAP ini bisa diambil kalau udah nyelesein matkul pendukung. Apa aja matkul pendukung? Beda-beda tiap jurusan dan tiap kalender akademik. Jamanku registrasi (2018), matkul pendukung jurusan Manajemen ada 4, sedangkan tahun 2020 ini ada 5. Bisa dilihat di katalog kurikulum. TAP ini ada juga tutonnya. Berhubung pas ambil TAP ini aku ga ikut tuton, jadi maaf gabisa kasih overview ya. Nanti TAP ini ujiannya open modul (modul UT lho ya), jadi kusaranin buat beli bukunya. Selain itu, TAP ini berbarengan ngambilnya dengan Karya Ilmiah (karil). Kita diharuskan membuat karil juga sebagai pengganti skripsi. Syarat utamanya cuma satu yaitu tidak plagiat.

  1. Surat Ijin Melanjutkan Pendidikan di Luar Kedinasan

Ini sangat sangat penting. Ijazah kalian ga akan diakui oleh Badan Kepegawaian Negara kalau kuliahnya ga ijin dulu. Pastikan bahwa surat ijin ini terbit lebih dulu sebelum kamu melakukan registrasi atau sebelum perkuliahan dimulai. Kecuali kalau memang niatnya bener bener cuma pengen ambil ilmunya doang tanpa ada niat untuk pass DUD atau daftar beasiswa S2.

Yap, segitu aja sih menurutku hal-hal yang perlu kalian ketahui sebelum memutuskan untuk registrasi. Selamat melanjutkan kuliah ya untuk kalian semua. Inget, kuliah jangan cuma ambil gelar aja. Ilmunya juga harus dipelajari dan didapatkan yaaa karena bisa berguna nantinya. Semoga berhasil gaes!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *