Baby, my day

Cerita Berat Badan Liam Chapter 1 : BB Stuck 3 Bulan

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamualaikum ibu-ibu di seluruh Indonesia. Gimana kabarnya hari ini? Lancar gak nyuapin anaknya? Kali ini saya mau cerita tentang berat badan anak saya, Liam, yang di bawah normal. Kalau kalian nyasar kesini dan berharap mendapatkan tips menaikkan berat badan anak, mohon maaf saya belum bisa memenuhi harapan itu. Disini saya cuma mau cerita aja gimana awal dan selama perjalanan usaha saya dan suami agar Liam keluar dari garis kuning KMS. Karena sampai sekarang usaha tersebut masih berjalan. Doakan ya! Yuk mari dimulai ceritanya.

Sebagai ibu yang hidup di era digital, tentunya saya sudah banyak baca soal pengasuhan anak. Saya mulai baca-baca semenjak hamil. Semuanya saya baca. Soal imunisasi, soal ASI, MPASI, dll. Soal MPASI, saya direkomendasikan temen untuk follow instagram Dokter Meta. Awal follow, scroll feed nya eh foto selfie semua. Akhirnya saya unfollow. Lalu teman saya menginfokan kalau info sharingnya dirangkum di highlight. Saya pun follow lagi dan membaca semua highlightnya. Dulu sih gak sebanyak sekarang ya. Cuma ada 7 highlight kalau gak salah. Dari situ saya udah menyiapkan diri untuk menghadapi MPASI anak saya nantinya. Sampai tibalah saatnya Liam MPASI. Saya langsung bikin menu 4 bintang (karbo, protein hewani, protein nabati dan sayur/buah).

Waktu itu saya inget betul saya bikin bubur nasi, ayam, tempe, brokoli. Buburnya saya saring lalu saya suapkan ke Liam. Dua suap! Saya pikir, ya sudahlah namanya juga perkenalan. Mungkin memang maunya segitu. Saya selingin juga Liam buah mangga. Alhamdulillah doyan, tapi hanya sesendok makan. Besoknya saya beli bubur instan atau istilahnya bubur terfortifikasi. Liam doyan, dua sendok makan habis dengan berbagai macam bujuk rayu dan kebohongan-kebohongan. Saya dekatkan mainan ke mulut dia, trus dia mangap, masuk satu suapan. Gak dilepeh dan gak dimuntahin juga. Saya langsung mikir oh anaknya mau.

Sebulan berlalu, makannya semakin banyak. Bisa sampai 3 sendok makan. Tetapi cara makannya tetap memakai metode jalan-jalan dan bujuk rayu kebohongan seperti yang sudah saya sebut sebelumnya. Saya lupa bahwa awal MPASI itu porsinya ASI 70% MPASI 30%. Saya terlalu senang Liam makan banyak, padahal nutrisi penting Liam itu harusnya masih ASI. Di bulan keenam Liam kami bawa ke dokter untuk imunisasi. BB Liam gak naik. Saya langsung panik dong. Dicek di KMS, bulan sebelumnya hanya naik 200gr. Bodoh banget saya gak menyadari bahwa itu salah satu tanda. Bayi yang masih ASI, kenaikannya harus mencapai min 500gr. Saat itu dokter berkata tidak masalah yang penting digenjot lagi makannya.

Dari situ saya menganggap bahwa solusinya adalah menambah porsi makan. Jadi saya mencoba tenang dan menunggu hingga Liam berusia 7 bulan. Akan tetapi BB Liam tak kunjung naik. Saya tekankan dulu ya, Liam ini BB nya benar-benar tidak naik. Beda dengan seret yang artinya naik tapi cuma sedikit. Kebetulan saya punya timbangan di rumah, jadi setiap hari saya tinmbang untuk memantau BB Liam. Makin paniklah saya. Apalagi kalau tahu bahwa porsi makan Liam normal. Lalu saya mencari dokter spesialis anak subspes nutrisi di Palembang untuk konsultasi. Kebetulan dokter Meta sedang mengadakan Q & A di IG-nya dan ada yang menanyakan dokter  spesialis anak subspes nutrisi di Palembang siapa. Dokter Meta menjawab, ada dokter Julius Anzar dan dokter Moretta Damayanti. Saya cari di Google di rumah sakit mana beliau praktek dan ternyata dua-duanya di RSMH Palembang. Lalu saya telpon RSMH untuk memastikan jadwal prakteknya kapan saja. Saya pun memutuskan untuk bertemu dokter Julius Anzar karena jadwal beliau ada buat keesokan hari. Semakin cepat semakin baik kan?

Besoknya saya dan mertua berangkat ke RSMH. Liam ditimbang oleh perawat dan BB-nya turun 200gr. Rasanya ingin menangis. Liam memang gak bisa tenang saat diletakkan di timbangan, jadi saya percaya ga percaya BB nya segitu. Lalu dokter Julius memeriksa Liam, dan dibuatkan jadwal makan teratur dengan durasi sekali makan maksimal 30 menit. Baru tau saya. Selama ini makannya tidak diberi durasi dan sering juga satu jam baru habis. Dari hasil dokter wawancara ke saya dan mertua, disimpulkan bahwa Liam minum ASIPnya sangat kurang. Selama ditinggal kerja seharusnya habis 700cc. Selama ini cuma ±400cc. Pernah juga cuma 300cc. Padahal dua bulan terakhir, saya gapernah pulang saat istirahat siang. Sebelumnya saya menyempatkan pulang untuk menyusui Liam saat istirahat siang.

Saya kira aman saja karena makannya normal. Ternyata saya salah karena porsi ASI masih 70%. Ini yang mis di saya, soal besaran konsumsi ASI Liam. Entah karena apa Liam menyusu ASIP nya sedikit. Bisa jadi karena dot atau bisa jadi karena cara menghangatkan ASIP-nya yang salah sehingga rasa ASIPnya beda dengan ASI fresh.

Dokter Julius menargetkan BB Liam naik sampai sekian kilogram sebulan ke depan. Kalau gak naik, ASI diganti sufor. Saya sedih banget dengernya, tapi saya sadar diri produksi ASI saya pun sudah mulai berkurang. Saya sadar jadwal pumping sudah mulai berantakan. Yang tadinya 4x sehari berkurang jadi 3x sehari. Saya mencoba untuk gak stress tapi ternyata sulit. Kerjaan di kantor sangat banyak. Alesan saya gak pernah lagi pulang pas istirahat siang itu karena kerjaan yang gak habis habis. Saya tiap hari mencoba untuk bahagia dengan makan yang enak-enak. Mencoba untuk baca webtoon komedi di sela-sela kerja, melipir ke Mall sepulang kerja, ngerumpi di bidang sebelah, tapi semua nihil. Saya tetap stress. Ditambah lagi LDR sama suami jadi makin stress. Dan semua ke-stress-an saya ini gak pernah saya tunjukin ke siapapun. Semua datang dan pergi cepet. Malem ini stress, besok paginya hilang. Saya bukannya tidak berusaha menggenjot produksi ASI, tapi saya realistis dengan kondisi saya seperti ini gak akan bisa cepat memperbaiki BB Liam.

Stok di freezer pun mulai berkurang. Kalau Liam harus minum ASIP 700cc sehari, bisa jadi bulan depan stok sudah ga ada. Akhirnya saya mulai merutinkan lagi pulang ke rumah saat istirahat siang karena saya nyimpulin kalau Liam ini kalau ngedot males tapi kalau nenen semangat. Saya juga mulai menerapkan jadwal makan menurut saran dokter. Saya diskusi dengan mertua. Mertua juga sudah membaca sendiri jadwal yang diberikan dokter Julius. Porsi sekali minum ASIP ditingkatkan. Dan ternyata untuk nambah porsi ASIP, Liam gak bisa. Segitu-gitu aja maunya. Dua minggu kemudian saya evaluasi, BB nya masih tetap tidak naik. Lalu setelah diskusi dengan suami, kami sepakat memberikan Liam sufor.

Setelah seminggu mengkonsumsi sufor, BB Liam tak kunjung naik. Bahkan nafsu makannya menurun. Makan 3x sehari jadi 2x sehari. Itu pun hanya beberapa suap. Saya coba mencari referensi dokter anak lain non subspes, yang penting cerewet dan asyik diajak curhat. Saya tanya ke teman-teman kantor dan dapatlah dokter Yudianita. Katanya sih spesialis tumbuh kembang anak. Beliau praktek di Hermina Palembang.

Saya langsung telpon Hermina untuk menanyakan jadwal prakteknya. Ternyata dokternya sedang cuti dan petugas tidak bisa memastikan kapan beliau praktek kembali. Padahal suami sudah mengajukan cuti sampai dua hari ke depan. Akhirnya saya hanya berharap sang dokter masuk kerja besok lusa. Tunggu kami ke Hermina minggu depan ya untuk updatenya. Doakan yaaa 🙂

Cerita BB Liam Part 2

2 thoughts on “Cerita Berat Badan Liam Chapter 1 : BB Stuck 3 Bulan

  1. Assalamualaikum mom..
    Kalo boleh tau untuk biaya konsul ke dr. Julius Anzar berapa ya?
    Dan ada rekomendasi DSA lain di palembang yg org nya enakan ga mom?
    Saya kebetulan baru pindah ke palembang, jd butuh byk info nih hehe
    Anak saya umur 16bln bb 9kg 🙁
    Mohon infonya ya mom..
    Saya follow ig tp msh requested.
    Trimakasih kalo berkenan menjawab ?

    1. Sudah saya jawab di IG yaaa, maaf buat mommy2 lain, monggo kalo ada pertanyaan bisa ke IG saya, kalo blog memang jarang ngecek. Sekalian saya jawab disini ya buat info yang lain juga. Di Palembang saya cuma pernah konsul ke 2 dokter, dokter Julius Ansar di RSUP Mohammad Husen dan dokter Virdha di RS Hermina. Dua duanya enak diajak ngobrol dan konsul. Soal biaya, waktu itu tahun 2018 biaya konsulnya seingat saya 150-200.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *